Menjelang penandatangan MOU helsinki tokoh perjuangan dari malaysia berangkat mengunjungi wali ke swedia,diantaranya Teungku Radak,Sulaiman dan Teungku Ramli.
Setelah beberapa hari mereka di sana,pada satu kesempatan tinggallah mereka bertiga di apartemen wali,tgk radak masih famili dekat wali.
Ketika mereka sedang berbincang bersama wali,datanglah telpon dari petugas apartemen mengatakan ada yang ingin menemui mereka,diantara tamu itu ada yang bernama usman yang tak lain adalah menantu tgk radak.
Usman udah beberapa tahun menetap di Swedia karena mendapat suaka,tapi usman tidak sepaham dengan wali dalam hal perjuangan,ia ikut barisan sempalan.
Setelah menerima telpon dari petugas apartemen tgk Radak mohon izin kepada wali agar menantunya itu di perbolehkan naik dan menemuinya.
Saat itu wali sedang serius membaca poin-poin isi perundingan RI dan GAM,dengan wajah serius wali berujar "lon peugah bak gata-gata lam perjuangan nyoe hana syedara atau keluarga,meunyoe gata nak meureumpok meulintee sideh di taiping (nama daerah tempat tinggal tgk radak dimalaysia)sinoe tempat bagi njang meuseutia lam perjuangan"
Dari sanalah Sulaiman melihat bagaimana prinsip tegas hasan tiro dalam soal perjuangan,bahkan beliau sangat anti KKN kata Sulaiman alias toke man.
Dari cerita tgk Ramli dan Sulaiman bagaimana wali membangun Fondasi perjuangan demi martabat Aceh.
Nah sekarang,silakan lihat prilaku pemimpin hari ini,bila anda ke meuligoe,rumah dinas Gubernur Zaini Abdullah saat ini,maka anda boleh melakukan survei semua penghuni baru,sejak rezim ini menempati meuligoe,saya yakin semua punya hubungan keluarga atau satu kampung,mulai tukang lap sampai staf khusus.
Ini fenomena sangat menarik,dada penguasa yang begitu memberdayakan keluarganya bahkan dengan memusuhi rakan perjuangan.
Mungkin walipun punya ilmu laduni,sehingga menurut sulaiman dan Ramli berkali-kali wali khawatir bagaimana mereka memimpin Aceh jika suatu hari perjuangan Sukses.
Ternyata baru diambang sukses prilaku orang kepercayaanya jauh di atas prediksi banyak orang,bahkan dari segi berpakaianpun melebihi pejabat dari jawa sana dalam mencintai batik,apabila ada penghargaan kecintaan batik beliau pantas di beri gelar datuk seri.
Menjelang penandatangan MOU helsinki tokoh perjuangan dari malaysia berangkat mengunjungi wali ke swedia,diantaranya Teungku Radak,Sulaiman dan Teungku Ramli.
Setelah beberapa hari mereka di sana,pada satu kesempatan tinggallah mereka bertiga di apartemen wali,tgk radak masih famili dekat wali.
Ketika mereka sedang berbincang bersama wali,datanglah telpon dari petugas apartemen mengatakan ada yang ingin menemui mereka,diantara tamu itu ada yang bernama usman yang tak lain adalah menantu tgk radak.
Usman udah beberapa tahun menetap di Swedia karena mendapat suaka,tapi usman tidak sepaham dengan wali dalam hal perjuangan,ia ikut barisan sempalan.
Setelah menerima telpon dari petugas apartemen tgk Radak mohon izin kepada wali agar menantunya itu di perbolehkan naik dan menemuinya.
Saat itu wali sedang serius membaca poin-poin isi perundingan RI dan GAM,dengan wajah serius wali berujar "lon peugah bak gata-gata lam perjuangan nyoe hana syedara atau keluarga,meunyoe gata nak meureumpok meulintee sideh di taiping (nama daerah tempat tinggal tgk radak dimalaysia)sinoe tempat bagi njang meuseutia lam perjuangan"
Dari sanalah Sulaiman melihat bagaimana prinsip tegas hasan tiro dalam soal perjuangan,bahkan beliau sangat anti KKN kata Sulaiman alias toke man.
Dari cerita tgk Ramli dan Sulaiman bagaimana wali membangun Fondasi perjuangan demi martabat Aceh.
Nah sekarang,silakan lihat prilaku pemimpin hari ini,bila anda ke meuligoe,rumah dinas Gubernur Zaini Abdullah saat ini,maka anda boleh melakukan survei semua penghuni baru,sejak rezim ini menempati meuligoe,saya yakin semua punya hubungan keluarga atau satu kampung,mulai tukang lap sampai staf khusus.
Ini fenomena sangat menarik,dada penguasa yang begitu memberdayakan keluarganya bahkan dengan memusuhi rakan perjuangan.
Mungkin walipun punya ilmu laduni,sehingga menurut sulaiman dan Ramli berkali-kali wali khawatir bagaimana mereka memimpin Aceh jika suatu hari perjuangan Sukses.
Ternyata baru diambang sukses prilaku orang kepercayaanya jauh di atas prediksi banyak orang,bahkan dari segi berpakaianpun melebihi pejabat dari jawa sana dalam mencintai batik,apabila ada penghargaan kecintaan batik beliau pantas di beri gelar datuk seri.
Komentar
Posting Komentar