Langsung ke konten utama

Ketika hasan tiro khawatir anak didiknya belum pantas jadi pemimpin

Saya hanya ingin menceritakan suatu hal kepada kamu tentang kejadian di kampung tajura libya menjelang latihan selesai,ingatan ke masa lalu sekitar penghujung tahun 1980-an. Kisah ini terjadi menjelang shalat jum'at,seperti biasanya Almarhum wali menjadi khatib setiap shalat jum'at.ketika itu dari sekitar 800 penghuni kamp bukan hanya asal aceh,tapi ada juga dari bangsa lain,dari bangsa moro filipina dan dari bangsa lain. Alasanya menjelang shalat jum'at air dari mesjid tidak ada sehingga ramai yang kembali ke kemah masing-masing. Selesai jum'atan wali hasan tiro memerintahkan semua asal aceh kumpul ke mesjid,kebetulan saat itu sejumlah petinggi GAM juga sedang di tajura. Wali berpidato sampai sore dimesjid,dengan berurai air mata wali menerangkan kepada mereka,bagaimana pahitnya perjuangan ini kedepan,Na gata-gata kira padum phet para pemimpin njang ka syahid demi perjuangan nyoe,sementara gata cuma karena persoalan ubit malah hana ta peukong jamaah. Saat itu wali menyebut satu persatu sahabatnya yang syahid seperti dr muktar,dr zubir dan banyak yang lainya. Saking kesalnya wali meleparkan buku catatanya kedepan bakhtiar Abdullah salah satu pembantunya,baktiar bileung padim abeh biaya untuk gata-gata nyoe jak keunoe? Hasan tiro menegaskan mereka dibawa kesana untuk mengenal diri selaku orang Aceh. Bila bangsa lain menulis heroisnya dalam kisah fiksi dan cerita lagenda nenek moyangnya,tetapi kalian melukis heroisme dalam kisah nyata dan bangsa kita bangsa terhormat dalam pergaulan dunia. Kita tercatat sebagai bangsa yang turut mengakui sejumlah kemerdekaan bangsa2 di eropa. Ketika itu wali dengan berurai air mata sangat khawatir,para anak didiknya belum pantas jadi pemimpin. Bagaimana kalian memimpin bangsa kalian,sementara memimpin diri sendiri saja kalian tidak mampu. Dengan mengingat kondisi Aceh saat ini,kita mengaku sedih melihat pemimpin pemerintahan Aceh hari ini,yang sangat jauh dari nilai-nilai yang diajarkan wali kepada mereka,sepertinya kekhawatiran wali sudah terlihat jelas sekarang dan kini terbukti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerajaan Islam Pertama di tumbuhkan di Asia tenggara adalah kerajaan Perlak

Jamaah pengajian jum'atan bersama walet nu ( Tgk Nuruzzahri )dari Meureudu pidie jaya,jum'at 12/5-2017.melakukan kunjungan Ziarah Makam Sultan Alaidin said maulana Abdul aziz syah,di desa mandrum paya meuligoe,Perlak Aceh timur. Sultan Alaidin merupakan pendiri kerajaan Islam pertama di Asia tenggara. Tujuan dari ziarah itu adalah untuk mengingatkan kita kepada kematian,melihat peristiwa sejarah,sekaligus memberi pemahaman kepada jamaah,bahwa kerajaan islam pertama muncul di Asia tenggara adalah kerajaan perlak( Peureulak ) tutur walet nu. Para jamaah yang ikut sebanyak 20 orang,menggunakan kendaraan pribadi,ini sangat puas dengan wisata Rohani seperti ini. Semoga kedepan mendapatkan kesempatan untuk menziarahi ke makam ulama dan Raja-Raja lainya,ungkap seorang jamaah seperti di kutip walet nu.

Tempat wisata Pusat penelitian kopi dan kakao

mari sama2 kita datangi dan melihat pemandangan yang Indah.

Hati Nurani Seseorang nggak ada yang tahu

Bercerita tentang hati nurani disetiap manusia nggak ada yang tahu,maka dari itulah kita jangan pernah beranggapan jelek untuk orang lain dengan menilai orang lain luarnya saja. Jujur manusia ini sangat marah dengan orang2 yang selalu menilai orang lain dengan melihat dari segi luarnya,seandai kita tahu kita ini hanya bisa saling pengertian dan memahami satu sama lainya. Mari bersihkan hati kita sesama yang lainya,semoga kita nggak ada rasa saling membenci dan tingkat persaudaraan kita antar sesama. Mari kita tingkatkan persaudaraan kita antar sesama dengan menyambung silahturrahmi yang baik dan penuh keakraban.