Nanggroe Aceh Darussalam.
Ketika Aceh konflik bersenjata dulu mereka gagah dan patriot dimedan tempur itulah serikandi aceh yang digelar pasukan inong balee.
Mereka juga punya komando kalau di pasee pasukan Tjut mutia,sedangkan dibatee ie liek pasukan guda groep,dipidie pasukan malahayati,sedangkan di perlak pasukan nurul akla dan masih banyak lagi di daerah-daerah lain di seluruh aceh.
Adakah yang mengerti nasib mereka,adakah yang memperhatikan mereka,dimana mereka saat ini,mereka tak ubah lagee gapeueh angen ba,ada yang merantau keluar negeri,menjadi babu di negeri orang hanya demi mencari rezeki,ada juga di negeri sendiri yang menjadi petani dan tueng upah seumula dan keumeukoh diblang negeri sendiri.
Kita jangan menutup mata,serta menutup mata hati terhadap mereka,seakan-akan mereka tidak pernah ada.
Kita harus ingat mereka juga standar dengan kami lelaki,dibatee ieliek komandan pasukan yang memimpin cut matang,maka dari itu kita perlu merenungi dimana mereka dan bagaimana nasibnya.
Aku merindukan mereka sebagai srikandi Aceh yang dulu sama berjuang dengan kami dihutan belantara.
Mohon maaf jika ada pasukan inong balee yang membaca rilis saya ini,jika terdapat kejanggalan dan kekurangan saya minta maaf.
Kutipan Rilis Fb:Ramli yusuf.
Nanggroe Aceh Darussalam.
Ketika Aceh konflik bersenjata dulu mereka gagah dan patriot dimedan tempur itulah serikandi aceh yang digelar pasukan inong balee.
Mereka juga punya komando kalau di pasee pasukan Tjut mutia,sedangkan dibatee ie liek pasukan guda groep,dipidie pasukan malahayati,sedangkan di perlak pasukan nurul akla dan masih banyak lagi di daerah-daerah lain di seluruh aceh.
Adakah yang mengerti nasib mereka,adakah yang memperhatikan mereka,dimana mereka saat ini,mereka tak ubah lagee gapeueh angen ba,ada yang merantau keluar negeri,menjadi babu di negeri orang hanya demi mencari rezeki,ada juga di negeri sendiri yang menjadi petani dan tueng upah seumula dan keumeukoh diblang negeri sendiri.
Kita jangan menutup mata,serta menutup mata hati terhadap mereka,seakan-akan mereka tidak pernah ada.
Kita harus ingat mereka juga standar dengan kami lelaki,dibatee ieliek komandan pasukan yang memimpin cut matang,maka dari itu kita perlu merenungi dimana mereka dan bagaimana nasibnya.
Aku merindukan mereka sebagai srikandi Aceh yang dulu sama berjuang dengan kami dihutan belantara.
Mohon maaf jika ada pasukan inong balee yang membaca rilis saya ini,jika terdapat kejanggalan dan kekurangan saya minta maaf.
Kutipan Rilis Fb:Ramli yusuf.
Komentar
Posting Komentar