Langsung ke konten utama

Tiada perdamaian yang abadi tampa adanya keadilan yang hakiki

Masih ingatkah kita pernyataan mendagri sewaktu dulu dimasa SBY.Apa kata dia waktu melihat massa berbondong-bondong turun ke kuta Raja,hanya untuk mengibarkan bendera bintang bulan,dengan suara sendiri saket ulee(sakit kepala)kalau begini.wah rakyat aceh masih kuat dan masih besar rasa perjuanganya ini.otomatis kalau kita simak pernyataan mendagri dulu,mereka itu tetap menghambat tentang bulan bintang,otomatis oknum-oknum yang tidak suka dengan Aceh tetap mencari celah dari dalam dan kalau kita lihat dalam perjanjian Mou helsinki tidak adapun tentang lambang dan himne harus ada persetujuan dari jakarta pusat,tapi kenapa hari ini harus ada persetujuan sama oknum-oknum keparat itu?berarti kalau begitu Mou itu nggak ada apa-apanya,hanya sebuah pepesan kosong yang dikasih buat aceh,kalau memang mou itu jelas dan sakral kenapa harus mesti takut menjalankanya. Kenapa tidak mau mengatakan publik terus terang,kami pemerintah Aceh sudah berusaha semampu mungkin,akan tetapi mereka selalu menghambat dan ngotot tidak bisa,hari ini silakan rakyat semua turun ke jalan,agar kemudian hari jangan jadi salah paham dan bentrokan antara rakyat dengan pemerintahan sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tempat wisata Pusat penelitian kopi dan kakao

mari sama2 kita datangi dan melihat pemandangan yang Indah.

Kerajaan Islam Pertama di tumbuhkan di Asia tenggara adalah kerajaan Perlak

Jamaah pengajian jum'atan bersama walet nu ( Tgk Nuruzzahri )dari Meureudu pidie jaya,jum'at 12/5-2017.melakukan kunjungan Ziarah Makam Sultan Alaidin said maulana Abdul aziz syah,di desa mandrum paya meuligoe,Perlak Aceh timur. Sultan Alaidin merupakan pendiri kerajaan Islam pertama di Asia tenggara. Tujuan dari ziarah itu adalah untuk mengingatkan kita kepada kematian,melihat peristiwa sejarah,sekaligus memberi pemahaman kepada jamaah,bahwa kerajaan islam pertama muncul di Asia tenggara adalah kerajaan perlak( Peureulak ) tutur walet nu. Para jamaah yang ikut sebanyak 20 orang,menggunakan kendaraan pribadi,ini sangat puas dengan wisata Rohani seperti ini. Semoga kedepan mendapatkan kesempatan untuk menziarahi ke makam ulama dan Raja-Raja lainya,ungkap seorang jamaah seperti di kutip walet nu.

Hiburan